SUHU
I. Pengertian Suhu
Suhu adalah besaran yang
menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk
mengukur suhu adalah termometer.
Suhu disebut juga temperatur. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk
mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya
perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan
valid.
Agar dapat digunakan untuk
mengukur suhu secara tepat, termometer harus memenuhi syarat-syarat tertentu,
antara lain :
1. Mudah dibaca skalanya
2. Peka terhadap perubahan
suhu
3. Jangkauan alat ukurnya
cukup besar
4. Tidak berbahaya (aman
digunakan)
II. Satuan Suhu
Mengacu pada SI,
satuan suhu adalah Kelvin (K). Skala-skala lain adalah Celcius,Fahrenheit, dan
Reamur. Pada skala Celicius, 0°C adalah titik dimana air membeku dan 100°C adalah titik
didih air pada tekanan 1 atmosfer. Skala ini adalah yang paling sering
digunakan di dunia. Skala Celcius juga sama dengan Kelvin sehingga cara
mengubahnya ke Kelvin cukup ditambahkan 273 (atau 273.15 untuk lebih tepatnya).
Sebagai satuan baku, Kelvin tidak memerlukan tanda derajat dalam penulisannya.
Misalnya cukup ditulis suhu 20 K saja, tidak perlu 20°K. Skala Fahrenheit
adalah skala umum yang dipakai di Amerika Serikat. Suhu air membeku adalah 32°F
dan titik didih air adalah 212°F.
III. Macam-macam Termometer
Pembuatan termometer pertama kali dipelopori
oleh Galileo Galilei (1564-1642) pada tahun 1595. Alat tersebut disebut dengan
termoskop yang berupa labu kosong yang dilengkapi pipa panjang dengan ujung
pipa terbuka. Mula-mula dipanaskan sehingga udara dalam labu mengembang. Ujung
pipa yang terbuka kemudian dicelupkan kedalam cairan berwarna. Ketika udara
dalam labu menyusut, zat cair masuk ke dalam pipa tetapi tidak sampai labu.
Beginilah cara kerja termoskop. Untuk suhu yang berbeda, tinggi kolom zat cair
di dalam pipa juga berbeda. Tinggi kolom ini digunakan untuk menentukan suhu.
Prinsip kerja termometer buatan Galileo bedasarkan pada perubahan volume gas
dalam labu. Tetapi di masa ini termometer yang sering digunakan terbuat dari
bahan cair misalnya raksa dan alkohol. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian
zat cair ketika terjadi peningkatan suhu benda.
1.Termometer Raksa
Raksa memiliki kelebihan,
yaitu pemuaian yang kecil saja akan menimbulkan perubahan volume yang besar
pada panjang kolom raksa.
Air raksa digunakan sebagai
pengisi termometer karena air raksa mempunyai keunggulan :
1. Air raksa penghantar
panas yang baik.
2. Pemuaiannya teratur.
3. Titik didihnya tinggi.
4. Warnanya mengkilap.
5. Tidak membasahi dinding.
Selain memiliki keunggulan,
raksa juga memiliki kelemahan, antara lain :
1. Harganya mahal
2. Tidak dapat digunakan
untuk mengukur suhu rendah
3. Raksa adalah zat yang
berbahaya (sering disebut air keras), sehingga berbahaya jika tabungnya pecah.
2.Termometer Alkohol
Selain raksa, alkohol juga dapat digunakan
untuk mengisi pipa termometer. Penggunaan alkohol sebagai bahan pengisi tabung
termometer dalam penggunaan sehari-hari, tidak sebanyak raksa.
Alkohol digunakan untuk mengisi
pipa termometer karena alkohol memiliki keunggulan, antara lain :
1. Titik bekunya rendah.
2. Harganya murah.
3. Alkohol mudah memuai ;
dengan kenaikan suhu yang kecil akan menimbulkan perubahan volume yang besar.
Sedangkan alkohol juga
memiliki kelemahan, antara lain :
1.Tidak dapat digunakan
untuk mengukur suhu yang tinggi
2.Membasahi dinding kaca
3.Tidak berwarna, sehingga
harus diberi warna agar mudah terlihat
Air tidak digunakan untuk
mengisi pipa termometer, karena :
1.Air membasahi dinding
kaca sehingga meninggalkan titik air pada kaca.
2.Air tidak berwarna
sehingga menyulitkan pembacaan pada skala.
3.Jangkauan ukurnya sangat
terbatas.
4.Perubahan volume air
sangat kecil saat suhunya dinaikkan.
5.Air merupakan penghantar
yang buruk sehingga hasil bacaan kurang teliti.
3.Termometer Klinis
(termometer suhu badan)
Termometer klinis biasa
digunakan para dokter dan perawat untuk mengukur suhu tubuh manusia. Cairan
yang digunakan untuk mengisi termometer klinis adalah raksa. Skala pada
termometer klinis antara 35°C sampai dengan 42°C. Penampang kepalanya dibuat
lebih kecil daripada termometer biasa. Hal ini dimaksudkan agar perubahan suhu
yang kecil pun dapat dilihat dengan jelas. Untuk mengukur suhu badan,
termometer diletakkan di ketiak atau di bawah lidah kurang lebih 2 menit. Untuk
mengembalikan raksa pada kedudukan semula, termometer itu langsung
dikibas-kibaskan. Termometer klinis yang penggunaannya dengan cara ditaruh
dibawah ketiak atau dibawah lidah disebut termometer analog. Saat ini
terdapat termometer yang dapat langsung menampilkan hasil pengukuran dalam
bentuk angka, yaitu termometer digital.
4. Termometer Dinding
Pada umumnya termometer
dinding dipasang tegak di dinding sebuah ruangan dan digunakan untuk mengukur
suhu ruang. Termometer ini menggunakan raksa sebagai bahan pengisinya. Angka-angka
pada skala termometer dinding mencakup suhu di atas dan di bawah suhu yang
dapat dicapai suatu ruangan yang dinyatakan dalam derajat Celcius.
5. Termometer Maksimum dan
Minimum (Six- Bellani)
Termometer ini ditemukan
oleh James Six dan Bellani pada akhir abad ke-18. Termometer ini sering
digunakan oleh pengamat cuaca untuk mengetahui suhu tertinggi dan suhu terendah
dalam jangka waktu tertentu. Termometer maksimum dan minimum ini terdiri atas
sebuah tabung silinder A, tabung B, dan pipa U. Tabung A berisi alkohol dan
dihubungkan dengan tabung B yang juga berisi alkohol melalui pipa U yang berisi
raksa. Termometer ini memiliki 2 skala yaitu skala minimum pada pipa kiri dan skala
maksimum pada pipa kanan. Sehingga suhu dapat dibaca sesuai dengan ketinggian
kolom raksa pada masing-masing pipa. Termometer ini juga bisa digunakan untuk
mengukur suhu dalam sebuah rumah kaca, yaitu rumah yang digunakan untuk menanam
tanaman sebagai bahan penelitian. Suhu minimum biasanya terjadi pada malam hari
dan suhu maksimum biasanya terjadi pada siang hari.
6. Termometer
Hambatan/Tekanan
Termometer ini juga disebut
termometer platina. Prinsip kerja termometer ini adalah ketika suhu naik,
hambatan listrik platina naik. Bahan penghantar listrik termometer ini biasanya
dibuat dari platina sehingga tahan panas. Apabila suhu semakin besar, harga
takaran juga semakin besar sehingga daya hantar listrik semakin berkurang.
Keuntungan termometer ini adalah jangkauan suhunya sangat besar, yaitu antara
-250°C sampai dengan 1500°C, lebih teliti pada peta sedangkan kerugiannya
adalah suhu tidak bisa langsung dibaca, pembacaannya lambat sehingga tidak
sesuai untuk mengukur suhu yang berubah. Karena jangkauan suhunya yang mampu
mengukur suhu di atas 1000° C, termometer ini banyak dipakai pada
industri-industri.
7. Termometer Gas
Termometer gas bekerja
berdasarkan sifat pemuaian gas. Adapun gas yang biasa digunakan yaitu gas
hidrogen dan helium dengan tekanan rendah, apabila gas itu dikenai panas
sehingga volumenya akan bertambah. Karena gas memuai lebih besar daripada
cairan maka termometer gas lebih teliti daripada termometer cairan. Termometer
gas dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi dan suhu yang sangat
rendah, dimana lebar jangkauannya antara – 250°C sampai dengan 1500°C.
8.Termometer Optik
(Pyrometer)
Termometer optik yaitu
termometer yang cara kerjanya berdasarkan perubahan warna logam akibat perubahan
suhu. Termometer optik disebut juga pyrometer yang biasanya digunakan untuk
mengukur suhu yang sangat tinggi (di atas 1000°C) seperti pada peleburan logam.
9.Termometer bimetal
Termometer bimetal
mengandung dua keping platina yang berbentuk spiral. Prinsipnya,semakin tinggi
suhu, keping bimetal akan melengkung untuk menunjukkan suhu yang lebih tinggi.
10.Termometer Termokopel
Termometer ini terdiri atas
dua kawat yang dibuat dari bahan logam yang berbeda jenisnya dan dihubungkan
dengan sebuah amperemeter. Prinsip kerjanya adalah apabila suhu berbeda maka
akan menghasilkan arus listrik yang berbeda pula. Jangkauan suhu termometer ini
mulai dari -100°C sampai dengan 1500°C, selain mempunyai jangkauan yang besar,
termometer termokopel ini dapat juga mengukur suhu dengan cepat dan dapat
dihubungkan dengan rangkaian lain atau komputer. Agar bisa digunakan untuk
mengukur suhu, termometer harus memiliki sifat-sifat fisik yang berubah
terhadap suhu. Sifat-sifat yang bisa digunakan untuk membuat termometer adalah
sebagai berikut :
1. Tekanan gas pada volume
tetap.
2. Pemuaian suatu kolom
cairan dalam suatu pipa kapiler.
3. Hambatan listrik pada
seutas kawat platina.
4. Pemuaian suatu keping
bimetal.
5. Radiasi yang dipancarkan
benda.
6. Beda potensial pada
suatu termokopel
≈◦≈
JackpotCity Casino Resort Jobs - KTM Hub
BalasHapusJackpotCity Casino Resort jobs in 강원도 출장마사지 Tunica, Mississippi. We 하남 출장샵 have 1 JackpotCity Casino 경상북도 출장마사지 Resort 동해 출장마사지 jobs available in our database. Learn about jobs. 과천 출장마사지